Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

2.10.2013

APA YANG TERJADI PADA AKUN KITA SELEPAS KITA MENINGGAL DUNIA (RUGI TIDAK BACA)


Assalaamu’alaikum

Suatu peringatan sebenarnya bagi
kita semua
Mari kita renungkan bersama
Pikirkan bersama.. Jika suatu hari
nanti kita mati,
Akun ini hanya kita yang
tau passwordnya..
Hanya kita yang bisa acces..


Dan..
Selepas kita meninggal
Apa yang terjadi pada akun
kita..??
Mungkin ada yang akan ucapkan
takziah
Mungkin ada yang selalu
menjenguk bagi obat rindu
Tetapi..

Sadarkah kita….??
Gambar-gambar kita..
Akan terus membuat kita tersiksa
di Alam kubur..
Gambar2 yang tidak ditutupi
auratnya dengan sempurna

Bagaimana nanti…..??
Para lelaki terus menerus melihat.
Dan kadang ada gambar kita yang
di tag-kan ke teman2 kita
Walaupun sudah bertahun-tahun
kita mati, gambar itu terus ada
SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT…
Bagaimana…??
Pernah berpikir tidak..??
Lengging dan jeans ketat, bisakah
menyelamatkan kita…??
Baju yang tidak membalut aurat
itu, bagaimana…??
mungkin kini kita masih merasa
tak sabar ingin berbagi cerita
Dengan gambar-gambar yang
cantik
Tempat-tempat yang sudah kita
lewati di muka bumi-NYA.
Tapi di akhirat nanti
Semua itu tidak akan membawa
arti
Semua hanya tinggal kenangan
bagi yang masih hidup..

Di alam kubur, semua itu tidak
sedikitpun dapat menyelamatkan
kita
Mari kita bersama-sama
renungkan
Saham dosa yang terus
meningkat walau setelah
ketiadaan kita di muka bumi
Sampai kita di akhirat.

Tutupilah auratmu sebelum
auratmu ditutupkan
Peliharalah dirimu sebelum dirimu
di kafankan
Jagalah harga diri sebagai
seorang muslim sejati..
Mati itu pasti..
Persiapkan diri untuk mati itu
perlu.. ^^

Semoga Allah swt ridho dengan
renungan ini..
Aamiiiin…

Mohon kiranya untuk men-tag
ataupun men-sharing artikel ini
dengan orang yang Anda kasihi
demi kebaikan kita bersama.

“Barang siapa menempuh jalan
untuk mencari ilmu, maka Allah
akan memudahkan baginya jalan
ke surga.”( HR Muslim)

Apabila ada kebaikan dalam
catatan ini, maka sebaiknya mari
kita SEBARKAN untuk dibaca oleh
orang yg kita cintai
“Orang yang menyeru
(menyuruh/menasehatkan)
kepada kebaikan akan
memperoleh pahala seperti orang
yang mengamalkan seruannya,
tanpa mengurangi pahala orang
yang mengamalkan sedikitpun.

Sebaliknya, orang yang menyeru
kejahatan akan mendapatkan
dosa seperti orang yang
mengamalkannya, tanpa
mengurangi dosa orang yang
mengamalkannya
sedikitpun.” (HR. Muslim)

1.27.2013

Sudah Halalkah Produk Perawatan Kulit Kita?

Berdandan adalah hal yang wajar dilakukan oleh wanita, hampir semua wanita tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan berdandan atau merias diri. Merias diri kerap sekali berhubungan dengan kosmetik, seiring perkembangan ilmu kesehatan dan teknologi, produk-produk kosmetik bagi wanita tidak hanya ditujukan untuk merias diri tetapi juga untuk merawat kesehatan kulit. Bahkan kini, produk kosmetik tidak hanya ditujukan bagi kaum hawa, perusahaan kosmetik sengaja mengeluarkan produk perawatan kulit (kosmetik) dengan kaum pria sebagai target pemasarannya.
Dalam sudut pandang Islam, pada dasarnya aktivitas merias diri tidak dilarang. Malah sebaliknya, hal tersebut dianjurkan kepada para muslimah yang telah menikah untuk senantiasa berpenampilan cantik di depan suami mereka (hanya kepada suami mereka). Namun jika keluar rumah, Islam melarang setiap muslimah untuk berhias diri secara berlebihan.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, bahawa Nabi saw bersabda;
Seorang wanita dilarang berhias untuk selain suaminya.” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan al-Nasaaiy]
Sudah Halalkah Produk Perawatan Kulit Kita?Tidak berhias bukan berarti tidak merawat diri, karena itu banyak wanita yang tampak tak memakai riasan wajah, tetapi pada dasarnya mereka memakai produk perawatan untuk menjaga kesehatan kulit, seperti krim wajah, pelembab, lotion, atau bahkan produk pencegah jerawat dan flek hitam. Namun sayangnya, kesadaran akan kehalalan produk kosmetik belum populer dibandingkan dengan tingkat kesadaran akan pentingnya kehalalan makanan yang kita konsumsi.
Padahal  mengkonsumsi sesuatu yang haram bisa menghalangi terkabulnya do’a. Rasululullah   صلى الله عليه وسلم bersabda yang artinya : “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman serupa dengan apa yang diperintahkan kepada para Rasul.” Allah berfirman yang artinya : “Hai para Rasul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan beramalah dengan amalan yang baik.” Firman Allah juga yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman makanlah dari apa-apa yang baik yang telah kami rizkikan kepadamu.” Kemudian Beliau menceritakan seorang laki-laki yang telah lama perjalanannya, rambutnya kusut penuh debu, dia mengangkat kedua tangnnya ke langit dan berdo’a : “Ya Rabb, Ya Rabb! Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dikenyangkan dengan sesuatu yang haram, bagaimana ia akan dikabulkan doa’anya.” [HR.Muslim, 1015].
Walaupun pada dasarnya kosmetik dan produk perawatan tubuh tidak masuk ke dalam tubuh secara langsung, namun 60 persen dari produk perawatan kulit seperti serum atau pelembap tersebut bekerja pada kulit dan masuk ke aliran darah. Apabila produk tersebut mengandung alkohol, gliserin yang berasal dari hewan, atau bahan kimia berbahaya, maka bahan-bahan tersebut akan terserap ke dalam tubuh. Meskipun ada juga yang hanya bersifat melapisi bagian luar kulit, sehingga mungkin tidak terserap ke dalam tubuh, namun perlakuannya tetap sama.
Selain bahan baku yang digunakan, proses quality control, dan peralatan  yang terlibat dalam penyusunan produk juga mempengaruhi kualitas dan status halal dari kosmetik dan produk perawatan tubuh.
Memang tidak mudah untuk mengetahui kehalalan suatu produk kosmetik. Bahan-bahan turunan yang

1.22.2013

KARENANYA ENGKAU DIPILIH

    Begitu banyakkah wanita yang belum menemukan jodohnya? Sungguh suatu fenomena yang memprihatinkan. Bukankah pernikahan merupakan kebutuhan mendasar? Semua orang menginginkan dan merindukan. Lepas dari jumlah perempuan yang semakin membengkak, tentu tak luput dari faktor kriteria pilihan.Tidak bisa dipungkiri lelaki biasanya memasang setumpuk kriteria calon istrinya, begitupun dengan wanita punya segudang syarat untuk calon suaminya. Tidak jarang saking ketat dan tingginya kriteria mengakibatkan jodoh sebatas angan-angan.
Kembang, sebut saja begitu, usia sudah merayap pada angka 40-an tahun. Berkali-kali proses pernikahannya gagal. Cantik memang tidak dimilikinya, tinggi juga kurang, kekayaan pun tidak  bisa diharapkan, parahnya lagi dia juga bukan tipe wanita yang rajin mengkaji ilmu agama dan akhlak. Hari-harinya dilalui dengan penuh tanda tanya, kapankah suami akan diperolehnya?

SIAPA MENOLAK SALIHAH?
Berkaca dari kasus ini sudah semestinya kalau kaum muslimah menggali potensi untuk meningkatkan kualitas diri. Cantik dan tidak memang sudah dari sananya, demikian juga dengan kecerdasan, tingkat sosial, dan semacamnya. Ada yang bisa dikembangkan sehingga menjadi muslimah berkualitas. Perhatian kepada ilmu agama disertai tentunya dengan penempaan diri sehingga menghasilkan akhlak yang mulia. Tiada pilihan kecuali menjadi wanita yang salihah.
Cantik, yang biasanya dijadikan patokan utama oleh kebanyakan orang, tanpa disertai sifat kesalihatan bisa berbahaya. Pintar juga akan merepotkan bila tidak dikawal oleh akhlak yang baik, bisa menjadi wanita yang panjang lidah, tidak sopan dan beradab, atau selalu menjadi pembangkang. Begitu juga yang berharta, tanpa bimbingan agama, kekayaannya sering tidak membawa manfaat, bahkan sebaliknya menjadi bencana. Status sosial yang tidak dibarengi kualitas agama yang baik hanya akan memunculkan sifat keangkuhan.
Berbeda dengan wanita salihat; tanpa kecantikan, kekayaan, kepintaran dan status sosial akan tetap mendatangkan kebaikan. Lebih-lebih bila disertai oleh satu atau lebih sifat yang empat itu, tentu akan menjadi primadona. Siapa yang tidak ingin menikah dengan wanita kaya, cantik, pintar dan terpandang, salihat lagi !?

INILAH WANITA PILIHAN
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi tuntunan dalam memilih wanita yang akan dijadikan sebagai istri. Bukan sekedar memilih yang pintar, tapi pria mesti pintar memilih dan wanita pun harus berlaku pintar agar menjadi sosok pilihan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan beberapa sifat seorang wanita salihah, pendek tapi cukup untuk menjadi pedoman bagi muslimah.
“Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.” (riwayat Ahmad)
Inilah yang akan menjadikan seorang wanita sebagai pilihan, simpanan nan berharga:
1. Taat
Seorang gadis yang terbiasa taat pada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika sudah menikah nanti. Selama perintah suaminya adalah ma’ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.

2. Enak Dipandang
Tidak harus cantik. Dengan mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suami yang memandangnya. Dia akan mampu membuat suaminya merasa nyaman, tenang dan puas. Rasa lelah yang dirasakan suami setelah bekerja seharian sirna oleh sambutan sang istri. Dengan begitu suami tidak akan berbuat yang tidak-tidak ketika di luar rumah. Hal ini akan mudah dilakukan oleh wanita yang terbiasa bersikap manis dan murah senyum kepada orang tuanya.

3. Cinta dan Pasrah
Seorang pria tentu berharap mendapat seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya. Kalau suami, saat di rumah, tidak mendapatkan istri yang bersikap manis, penuh kasih, bersih, senantiasa tersenyum memikat, perkataan indah, penuh cinta nan suci, akhlak islami serta sentuhan tangan yang penuh kasih sayang, maka di mana lagi dia bisa mendapatkannya?

1.21.2013

Cintailah, Niscaya Engkau Dicintai

Saya sebagai seorang istri ingin sekali merasakan perhatian dan kasih sayang dari suami. Sungguh saya mengalami kedukaan, kepiluan, dan kesedihan yang mendalam. Saya sering membaca dan mendengar mengenai ketenangan, rasa cinta dan kasih yang bisa dimiliki oleh suami dan istri, kemudian saya mencari di rumahku bersama suamiku, namun saya tidak akan mendapatkannya.”
Cintailah, Niscaya Engkau Dicintai“Saya sebagai ibu rumah tangga merasakan kosongnya jalinan rasa kasih-sayang dari suami. Saya sebagai istri laksana pembantu tak bergaji. Setiap pagi saya yang mengantar anak-anak untuk bersekolah sementara suami santai-santai saja di rumah. Pada waktu sore hari, saya pun yang menjemput anak-anak sepulang dari sekolah, padahal suami saya telah pulang kerja. Ia dengan asyiknya menyaksikan TV sambil tertawa. Ketika saya datangpun langsung melayani kebutuhan dan keinginannya hingga larut malam. Berbagai makanan ringan dan minumanpun harus dihidangkan. Bila keinginannnya tidak terpenuhi, maka ia marah-marah dan mencaci-maki saya hingga suaranyapun terdengar oleh para tetangga.
Kisah di atas menunjukkan minimnya cinta dan kasih dari pasangan. Ketika kehidupan suami-istri kosong dari kasih sayang sesungguhnya kehidupan rumah tangga berubah menjadi kehidupan yang dihiasi dengan keegoisan masing-masing pasutri (pasangan suami-istri). Bahkan bisa berakibat kekerasan, pertikaian dan hilangnya sinar kebahagiaan rumah tangga yang pada akhirnya timbul perceraian.
Kehidupan rumah tangga yang diinginkan oleh setiap pasutri adalah kehidupan bahtera keluarga yang berdiri di atas rasa saling membantu, rasa cinta dan kasih sayang.
Di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah terdapat perintah yang jelas khususnya bagi para suami agar mempergauli istri-istri mereka dengan baik, mencintai mereka dan menyayangi mereka.
Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan bergaul-lah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kalian menyuruh mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa [4]: 19)

Ketika menafsirkan ayat yang mulia ini, ibnu katsir rahimahullah berkata:
“Termasuk akhlak Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah beliau memiliki pergaulan yang baik, senantiasa bermuka manis, bersenda gurau, berlemah-lembut, melapangkan nafkah, menghibur kepada para

1.20.2013

Perkawinan Adam & Hawa Bukan Perkawinan Para Artis

“Hawa dijadikan dari pada tulang rusuk Adam, bukan dari pada kepala untuk dijadikan atasnya, bukan dari pada kaki untuk menjadi alasnya, melainkan dari sisinya untuk dijadikan teman hidupnya, dekat dengan lengannya untuk dilindungi dan dekat dihati untuk di cintai”.
Kalimat ini selalu digunakan dalam setiap undangan pernikahan, menunjukan bahwa kita selalu ingat akan asal usul kita, sehingga menjadilah banyak manusia dari laki-laki dan perempuan disisi lain melambangkan sebuah cinta yang pertamakali.
Sebab itu Hawa dijadikan teman hidupnya untuk dicintai dengan cinta ini akhirnya berkembang banyaklah manusia sampai sekarang, inilah sejarah asal usul dan percintaaan manusia yang pertama.
Perkawinan Adam & Hawa Bukan Perkawinan Para ArtisKenapa kita diciptakan memiliki tangan dua, mata dua, telinga dua, kaki dua tetapi kenapa hati kita diciptakan cuma satu, maka dari itu kita harus mencari hati kita yang satu ini sebuah pasangan.
Oleh karena itulah diciptakannya kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikannya kamu bersuku-suku supaya kamu saling mengenal, disinilah jika hati kita masih satu maka berusahalah untuk saling mengenal antara satu sama lain.
Pasangan hati adalah biasa dikatakan dengan jodoh kenapa kita diundang dalam acara pernikahan sebab disitulah seorang insan yang sudah menemukan jodohnya dan ditunjukan dengan ramai orang.
Hawa dijadikan teman Adam dekat dengan lengannya untuk dilindungi, dekat dihati untuk dicintai, kalimat ini menunjukan bahwa setiap pasangan mesti harus dekat jika dekat mesti harus bersatu.
Sebetulnya sebuah pasangan suami istri bisa dikatakan seperti sebuah gunting memiliki dua arah tapi terikat jadi satu, dengan ikatan itu maka sudut dan arah gunting mesti sama derajatnya, kemiringannya kekiri dan kekanan mesti sama tidak akan terpisahkan.
Oleh karena itu ikatan itu mesti kuat, lain cerita dengan zaman sekarang ini, lebih-lebih dunia para artis tidak asing lagi kita mendengar para artis kawin cerai, tidak di TV di surat kabar pun selalu memuat berita seperti ini, kasihan yang jadi penggemarnya sudah dianggap baik ternyata sikapnya tidak baik, boleh memiliki idola artis tapi jangan sampai dijadikan tauladan yang tidak baik, untung-untung kalau bisa memilih dan memilah dari orang yang diidolakannya. Apalagi sekarang ini banyak orang, kususnya para remaja yang sangat peka untuk mengidola dengan para artis.
Karena perkawinan adalah sebuah kebersamaan maka perlu sekali kekompakan, keserasian, kerukunan, coba kita lihat orang-orang yang datang ke sebuah pesta perkawinan semua kelihatan rapi-rapi dari

1.19.2013

Tafsir Ayat-ayat Poligami

Suatu ketika seorang Syeikh, di salah satu negara yang pemerintahnya melarang poligami, menikah untuk kedua kalinya. Kabar pernikahannya pun terendus oleh intelijen negara itu. Di malam hari ketika Sang Syeikh itu menginap di rumah isteri keduanya, ia digrebek oleh sekelompok orang anggota intelijen. Ia pun diintrogasi dengan kasar. 
“Mengapa Anda menikah lagi?” Dengan tenang Syeikh itu membela diri. “Dari mana Anda tahu kalau perempuan ini adalah isteri saya. Perempuan ini adalah simpanan saya.” 
Akhirnya para intel itu mohon maaf atas tindakan lancang mereka. Dunia seakan terbalik. Orang yang menikah baik-baik hendak ditangkap, tetapi ketika alasan berduaan dengan pasangan kumpul kebo, justru dihormati. Dengan kata lain, orang berzina di luar nikah di lindungi dan dihormati, sementara yang menikah baik-baik dianggap melanggar Undang-undang. 
Di negara kita, pembicaraan tentang poligami selalu hangat di dengar, terutama setelah dai kondang KH Abdullah Gymnastiar menikah dengan istri keduanya. Mereka yang menolak hukum poligami pun berusaha mencari justifikasi dari al-Quran dan Hadits yang mendukung sikap anti mereka. Biasanya mereka berdalil dengan ayat 3 surat An-Nisa’, bahwa seorang laki-laki boleh berpoligami jika mampu beruat adil. 
وَلَن تَسْتَطِيعُواْ أَن تَعْدِلُواْ بَيْنَ النِّسَاء وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُواْ كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِن تُصْلِحُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Tetapi ayat 129 surat yang sama menjelaskan siapapun tak akan mampu berlaku adil di antara istri-istrinya. Ini artinya, poligami sebenarnya tidak dibolehkan, karena kebolehan itu tergantung pada syarat “adil” yang mustahil direalisasikan.
Jika kita mengkaji penjelasan para ulama seputar kedua ayat di atas, tidak ada kontradiksi samasekali antara keduanya. Karena adil yang dimaksudkan pada ayat 3, bukan adil yang dimaksud oleh ayat 129. Memang,

Mengapa Aku Harus Menikahimu??

Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan "dia bukanlah orangnya!"
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.

Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?

1.16.2013

"RENUNGAN UNTUK KITA SEMUA"

Bismillahirrahmanirrahim..

Lebih banyak untuk melihat apa saja mata kita selama ini?
Lebih banyak untuk mendengar apa saja telinga kita selama ini?
Lebih banyak untuk berkata apa saja mulut kita selama ini? Sering berkata kotorkah? Sering berdustakah? Atau justru sering kita gunakan untuk membicarakan kejelekan orang lain?

Lebih banyak untuk melangkah kemana saja kaki kita selama ini? Untuk berbuat kebaikankah?
Atau malah sebaliknya untuk berbuat kemaksiatan?

Kita boleh saja tidak mengakui apa yang telah kita perbuat sekarang. Kita masih mampu untuk berkelit untuk tidak mengakuinya.

Tapi ingatlah!

Kelak pada hari pembalasan.
Ketika mulut kita bisu dan dikunci rapat-rapat.

Ketika mulut kita sudah tak mampu lagi untuk berucap sepatah katapun.

Dan hanya tangan kita yang akan membuka dan menjawab dengan jujur, apa saja yang telah kita kerjakan selama hidup di dunia.

Dan kaki kita yang akan memperkuat kesaksian itu. Memperkuat apa yang telah dikatakan oleh tangan kita.
Tentang segala perbuatan kita.

"Pada hari ini (kiamat) Kami (Allah) metutup mulut mereka. Dan tangan mereka akan berkata kepada kami. Dan kaki mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mereka, sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?" (Q.S. Yasin 65-66)

Lalu,
Masihkah kelak kita mampu untuk berkelit dan tidak mengakui dosa-dosa yang telah kita perbuat?

Astaghfirullahal 'adzim..

Marilah kita jangan pernah merasa lelah untuk memperbaiki diri.
Dengan lebih banyak melakukan kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Karena kelak..
Segala apa yang telah kita perbuat sekarang, pasti akan kita pertanggungjawa bkan di hadapan-Nya.

salam ukuwah fillah sahabat :)
Like dulu yah.. Thanks...